PEMDA GRESIK GANDENG BRMP JATIM GERAK CEPAT SOSIALISASIKAN PM-AAS
Gresik, 03 Juli 2026 - Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Pertanian bergerak cepat merespon program pengembangan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di kabupaten Gresik dengan melaksanakan kegiatan sosialisasi petunjuk teknis (Juknis) PM-AAS. Kegiatan sosialisasi yang digelar di Ruang Rapat Arrozi Lt. 3 Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik ini dihadiri Katimker dan Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) se-Kabupaten Gresik.
Kepala Dinas Pertanian Kab. Gresik, Ir. Eko Anindito Putro, MMA. dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa kita semua harus bekerja keras untuk mendukung program pengembangan PM-AAS pada lahan sawah seluas 1 juta hektar diseluruh Indonesia termasuk di Kabupaten Gresik. Agar program ini berjalan lancar maka pada siang hari ini kita adakan sosialisasi Juknis sebagai acuan pelaksanaan di lapangan dengan menghadirkan narasumber dari BRMP Jawa Timur. “silakan kegiatan sosialisasi PM-AAS ini dapat diikuti dengan baik dan penuh semangat,”kata Kadis Eko.
Dr. Lutfi Humaidi, M.Sc. (Koordinator KP Mojosari BRMP Jawa Timur) selaku narasumber dalam sosialisasi PM-AAS menjelaskan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) merupakan pendekatan budidaya padi yang mulai diterapkan Kementerian Pertanian. PM-AAS merupakan pendekatan yang menggabungkan benih unggul, pola tanam rapat, dan mekanisasi untuk meningkatkan produktivitas. Model PM-AAS ini juga ditujukan untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan berkelanjutan.
“Berdasarkan pilot project yang dilaksanakan di BRMP Padi, Sukamandi, penerapan sistem ini menunjukkan potensi produktivitas lebih dari 10 ton/ha, lebih tinggi dibandingkan rata-rata hasil panen pada umumnya. Di KP Mojosari juga kami membuat demplot PM-AAS seluas 2 hektar dan saat ini usia tanaman 78 HST. Kondisi tanaman cukup baik, ada beberapa kendala diawal yakni gulma karena tanaman ini tumbuhnya padi bersamaan dengan tumbuhnya rumput. Ke depan, KP Mojosari BRMP Jatim akan terus menyempurnakan dan mengembangkan pendekatan ini agar dapat diterapkan lebih luas sesuai kondisi wilayah di Indonesia,”ungkap Lutfi.